Angka Desember 2025 terlihat menggembirakan. Sebanyak 310.401 perjalanan wisatawan nusantara tercatat menuju Kabupaten Ciamis—naik 10,22 persen dari November. Setelah fluktuasi sejak Agustus, grafik akhirnya menanjak.
Sekilas, ini kisah pemulihan.
Namun seperti banyak cerita statistik daerah, optimisme itu menyimpan catatan kaki yang lebih penting.
Lonjakan Kunjungan, Okupansi Tertahan
Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel nonbintang pada Desember mencapai 28,63 persen. Itu memang naik dari November (26,85 persen) dan lebih baik dibanding Agustus yang sempat turun ke 23,07 persen.
Tetapi jika dibandingkan dengan Desember 2024, angkanya justru lebih rendah 3,66 poin persentase. Tren tahunan (year-on-year) hampir sepanjang Agustus hingga Desember 2025 menunjukkan pelemahan okupansi dibanding tahun sebelumnya.
Artinya, lebih banyak orang datang—tetapi hotel tidak terisi secara proporsional.
Ini bukan kontradiksi. Ini sinyal.
Ekonomi Perjalanan Satu Hari
Rata-rata lama menginap di hotel nonbintang sepanjang periode Agustus–Desember 2025 konsisten di sekitar 1 malam—bahkan Desember hanya 1,023 malam. Angka yang nyaris statis.
Dalam praktiknya, itu berarti sebagian besar wisatawan datang untuk kunjungan singkat: satu malam, atau bahkan perjalanan pulang-pergi di hari yang sama.
Ciamis sedang tumbuh sebagai destinasi kunjungan, bukan destinasi tinggal.
Fenomena ini lazim terjadi di daerah yang berjarak relatif dekat dari kota-kota besar. Wisatawan datang pagi, menikmati alam, kuliner, atau kolam renang, lalu kembali sebelum malam terlalu larut. Uang memang berputar—di tiket masuk, parkir, dan konsumsi—tetapi nilai tambah dari akomodasi dan belanja malam hari tidak maksimal.
Dalam ekonomi pariwisata, perbedaan antara visitor dan stayer sangat menentukan dampak.
Fluktuasi Musiman yang Terlihat
Data menunjukkan pola yang cukup jelas:
- Agustus: 288.470 perjalanan, TPK 23,07 persen
- September: 298.748 perjalanan, TPK 26,85 persen
- Oktober: 289.733 perjalanan, TPK 27,80 persen
- November: 281.611 perjalanan, TPK 26,85 persen
- Desember: 310.401 perjalanan, TPK 28,63 persen
Kunjungan bergerak dinamis, tetapi okupansi hotel bergerak dalam rentang sempit—sekitar 23 hingga 28 persen. Tidak ada lonjakan dramatis meski jumlah perjalanan naik signifikan.
Ini mengindikasikan bahwa kapasitas hotel nonbintang belum menjadi pusat gravitasi aktivitas wisata. Bahkan ketika kunjungan Desember melonjak lebih dari 28 ribu perjalanan dibanding November, kenaikan okupansi hanya sekitar 1,78 poin persentase.
Pertanyaannya sederhana: ke mana wisatawan itu pergi setelah sore?
Struktur Pariwisata yang Belum Mendalam
Ciamis memiliki kekuatan pada wisata alam, kunjungan keluarga, dan destinasi berbasis komunitas. Namun struktur ini cenderung mendukung pola wisata harian.
Tanpa paket atraksi malam, agenda dua hari satu malam, atau diferensiasi pengalaman berbasis tematik, durasi tinggal sulit diperpanjang. Hotel menjadi pelengkap, bukan tujuan.
Penurunan okupansi secara tahunan juga bisa menjadi indikasi kompetisi regional. Destinasi lain mungkin menawarkan pengalaman yang lebih terintegrasi—menginap bukan sekadar kebutuhan, tetapi bagian dari produk wisata itu sendiri.
Momentum yang Perlu Dikelola
Kenaikan 10,22 persen pada Desember 2025 adalah momentum positif. Tetapi momentum kunjungan belum otomatis menjadi pertumbuhan ekonomi maksimal.
Jika rata-rata lama tinggal tetap sekitar satu malam, maka pertumbuhan sektor perhotelan akan berjalan lambat. Pajak hotel, belanja restoran malam, hingga aktivitas ekonomi pendukung akan bergerak terbatas.
Strategi ke depan mungkin bukan sekadar menarik lebih banyak orang datang, melainkan membuat mereka tinggal lebih lama.
Paket wisata terpadu, penguatan event kalender daerah, dan pengembangan atraksi yang hidup setelah pukul lima sore bisa menjadi pembeda. Tanpa itu, angka kunjungan akan terus fluktuatif, sementara okupansi hotel bergerak datar.
Antara Kuantitas dan Kualitas
Data 2025 menunjukkan bahwa Ciamis tidak kekurangan pengunjung. Yang masih perlu diperkuat adalah kedalaman pengalaman wisata.
Dalam ekonomi daerah, jumlah perjalanan adalah indikator kuantitas. Lama tinggal adalah indikator kualitas dampak.
Ciamis telah memenangkan pertarungan pertama—menarik orang untuk datang. Tantangan berikutnya lebih strategis: memastikan mereka tidak terburu pulang.
