Kawasan Bendungan Leuwikeris yang berada di Desa Handapherang, Kecamatan Cijeungjing, kini kembali menjadi sorotan. Hamparan eceng gondok yang kian meluas mulai menutupi permukaan air, terutama di sejumlah titik dekat wilayah Dusun Cikatomas.
Fenomena ini bukan hal baru. Dalam beberapa bulan terakhir, pertumbuhan eceng gondok di kawasan Leuwikeris terbilang sangat cepat hingga mengubah wajah bendungan yang sebelumnya menjadi daya tarik wisata.
Dari Potensi Wisata Jadi Tantangan Lingkungan
Kehadiran eceng gondok yang semakin mendominasi permukaan air berdampak pada berbagai sektor. Selain mengganggu estetika, kondisi ini juga berimbas pada menurunnya kunjungan wisatawan serta aktivitas ekonomi warga sekitar.
Bahkan, sebagian besar genangan air di bendungan sempat tertutup oleh tanaman liar dan eceng gondok, membuat kawasan terlihat kumuh dan kurang terawat.
Tidak hanya itu, pertumbuhan tanaman air ini juga dikhawatirkan mengganggu fungsi bendungan jika tidak segera ditangani secara serius dan berkelanjutan.
Gagasan Solusi dari Warga: Eceng Gondok Jadi Pakan Itik
Di tengah kondisi tersebut, muncul gagasan kreatif dari masyarakat lokal. Ketua RW 006 Dusun Cikatomas Desa Handapherang yang juga penasehat Kelompok Tani Pasir Ngahiji Cikatomas, Taufan Nugraha mengusulkan pemanfaatan eceng gondok sebagai pakan ternak itik.
Menurutnya, daripada hanya dianggap sebagai gulma yang merusak, eceng gondok justru memiliki potensi besar jika dikelola dengan baik.
“Eceng gondok ini jangan hanya dibuang. Kalau diolah dengan benar, bisa dimanfaatkan sebagai pakan ternak, khususnya itik. Ini bisa jadi solusi lingkungan sekaligus ekonomi,” ujar Taufan, di Handapherang, Senin, 6 April 2026.
Ia menjelaskan, eceng gondok yang melimpah dapat diolah melalui proses sederhana seperti pencacahan dan fermentasi sebelum diberikan kepada ternak.
Peluang Ekonomi Baru bagi Warga
Gagasan tersebut dinilai mampu membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat Desa Handapherang, khususnya bagi peternak kecil.
Beberapa manfaat yang bisa dirasakan antara lain:
- Mengurangi biaya pakan ternak
- Mengendalikan pertumbuhan eceng gondok
- Menciptakan usaha berbasis sumber daya lokal
- Mendorong kemandirian ekonomi desa
Jika dikembangkan secara serius, pemanfaatan ini bahkan berpotensi menjadi program unggulan desa berbasis lingkungan.
Perlu Dukungan dan Kolaborasi
Meski memiliki potensi besar, upaya pemanfaatan eceng gondok tetap membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah desa, dinas terkait, hingga kelompok masyarakat.
Kolaborasi dinilai penting agar penanganan eceng gondok tidak hanya bersifat pembersihan sementara, tetapi juga menjadi solusi jangka panjang yang berkelanjutan.
Kondisi eceng gondok di Leuwikeris memang menjadi tantangan nyata bagi lingkungan dan masyarakat. Namun di balik itu, tersimpan peluang besar yang bisa dimanfaatkan.
Dengan inovasi dan kolaborasi, gulma air ini justru bisa berubah menjadi sumber manfaat—dari masalah menjadi solusi, dari beban menjadi peluang ekonomi bagi warga Handapherang.
